ASSALAMUALAIKUM

SEMOGA TULISAN SAYA BERMANFAAT ...TRIMS

Selasa, 26 April 2011

Nikmat Yang Terulur


Kita manusia cenderung menginginkan sesuatu yang kita pinta, segera ada dan tersedia di depan mata. Saya jadi teringat saat saya kecil dahulu, ibu saya pernah bilang begini..."Iya,sabar..memangnya di surga, tinggal berucap langsung ada...!"

Setelah beranjak besar, bekerja dan bisa mencari uang sendiri ternyata memang tidaklah mudah. Kita harus terlebih dahulu berusaha demi memenuhi kepentingan hidup. Dan benar kata ibu, karena kita hidup di dunia bukan surga. Kecuali jika dunia tempat kita hidup sudah layak dikatakan surga (nggak tau juga kalau anak presiden, raja atau konglomerat apa begitu juga ya...hehe3x, soalnya bukan anak konglomerat sih...).

Allah memang Maha Pengasih. Siapapun di dunia ini diberikannya nikmat tanpa pandang bulu. Coba saja di dahi kita dipasang argo layaknya taksi. Tiap satu tarikan nafas dikasih harga. Nggak usah mahal-mahal. Cukup Rp.1,- / tarikan nafas. Bisa-bisa tiap gajian langsung auto debet ke kas milik Allah buat bayar hutang untuk nafas yang kita hirup. Kesimpulannya, kita takkann mampu menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Setuju?

Mensyukuri nikmat yang telah dan sedang datang kepada kita adalah hal yang wajar terjadi. Namun pernahkah kita meminta lalu berharap lewat doa kepada Allah, tapi apa yang kita minta tersebut masih belum terkabul? Entah itu berupa jodoh, rezeki, jabatan, dsb.

Kisah Siti Hajar yang lari bolak-balik dari Shafaa ke Marwa sebanyak 7 kali mungkin bisa menjadi sebuah inspirasi bagi kita. Betapa Hajar menginginkan air untuk melepas dahaga bagi ia dan anaknya. Dengan berdoa disertai usaha, akhirnya Allah memberikan mukjizat kepada Ismail yang masih bayi. Hentakan kakinya yang masih mungil tiba-tiba mengeluarkan air atas izin Allah. Ajaibnya, air tersebut tak pernah kering sepanjang masa. Air itulah yang kita kenal sebagai air zam-zam.

Mensyukuri nikmat yang masih terulur bukanlah perkara yang mudah. Hanya orang-orang yang hebatlah yang dapat melakukannya. Seperti contoh Siti Hajar di atas. Akhirnya, namanya diabadikan Allah dan tercatat dalam sejarah lewat kitab-kitab Allah. Selain itu airnya yang berlimpah ruah dan tak pernah kering sepanjang zaman. Jadi dengan penundaan-penundaan yang mungkin terjadi teradap diri kita, ada skenario hebat yang tengah Allah sediakan bagi hambanya yang sabar dan tidak berputus asa. SEMANGAT!!!

Selasa, 12 April 2011

PRASANGKA

prasangka (prejudice)


Inilah penyakit pertama yang dapat mengotori jiwa dan pikiran kita. Apa yang menyebabkan iblis diusir dari surga? QS:7/12. iblis menyangka dirinya lebih baik daripada nabi Adam.As. Sebab itulah ia menjadi takabbur dan pada akhirnya tidak taat atas yang memerintahnya, Allah SWT.

Misalkan kita hendak berpergian dengan menggunakan pesawat terbang ke suatu daerah. Akan tetapi prasangka menghinggapi pikiran serta jiwa kita. Takut jatuh, kecelakaan, baik itu disebabkan kesalahan tehnis ataupun kecelakaan karena kelalaian manusia(pilot / navigator), dsb. Maka yang ada adalah, kita akan takut untuk naik pesawat terbang. Memilih untuk tidak pergi dan akhirnya tidak akan pernah sampai ke tempat yang dituju.

Terkadang kita ditakutkan oleh bayangan / prasangka yang kita buat sendiri.

Mengapa prasangka dapat mengotori jiwa serta pikiran kita? Padahal belum tentu yang kita bayangkan dan takutkan itu terjadi.

The Secret sebuah buku karya Rhonda Byrne mengungkapkan....” pikiran kita ibarat menara pemancar frekuensi. Jika pikiran kita memancarkan energi positif, alam semesta akan menangkapnya dan memantulkannya menjadi energi yang positif juga. Kebalikannya, jika pikiran kita memancarkan energi yang negatif (prasangka), alam semesta tidak dapat menangkapnya. Tapi jika pikiran kita terus menerus memancarkan energi yang negatif, akhirnya alam semestapun dapat menangkapnya dan memantulkan energi yang negatif juga. (buku ini sebenarnya adalah upaya kaum zionis untuk menghilangkan Tuhan dengan mengatakan “alam semesta”, menggantikan Tuhan, Allah SWT. Sehingga secara tidak langsung, manusia / orang yang membacanya akan berpikir tidak ada Tuhan, Tuhan itu adalah diri sendiri).

Contoh :
Jika kita yakin akan nikmat Allah lalu berpikiran positif. Pikiran positif itu dengan cepat berubah menjadi frekuensi positif dan ditangkap oleh otak yang seterusnya dipantulkan kembali ke tubuh kita. Energi inilah yang membuat kita berusaha sebaik mungkin, Allah akan membukakan pintu nikmat – Nya dari arah yang tidak disangka – sangka. QS:65/3.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Suatu hari kita mengendarai sepeda motor. Karena pajak motor belum dibayar, ada pikiran bahwa kita akan kena tilang. Pikiran negatif / prasangka itulah yang membuat kita tidak tenang dalam berkendara. Sehingga tanpa kita sadari tubuh kita secara refleks akan menghindar jika bertemu polisi. Hal inilah yang akan menyebabkan kita di stop dan ditanya tentang surat – surat. Sekumpulan energi negatif ditangkap oleh otak lalu dipantulkan berbentuk energi negatif ke tubuh kita. Menghasilkan gerakan refleks yang mencurigakan di mata polisi.

Dajjal / zionis paham akan hal tersebut. Sehingga mereka merusak cara berpikir kita dengan tayangan – tayangan gosip di televisi. Belum lagi film – film serta berita – berita tentang konspirasi, sehingga suatu masalah terlihat buram dan samar alias tidak jelas mana yang benar dan mana yang salah. Otomatis hal tersebut terekam dalam memori kita sehingga secara tidak sadar ketika kita dihadapkan pada suatu masalah, kita selalu berprasangka buruk. Hal inilah yang mengakibatkan pertengkaran dalam rumah tangga, sahabat bahkan yang paling besar, antar negara.

Al – qur’an telah mensinyalir bahwa prasangka akan menjadi trend. Dalam QS.6/116 :

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang – orang yang di muka bumi ini niscaya mereka menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)."

Jika prasangka negatif yang tercipta maka siapapun dia akan cenderung :
a. Defensif
b. Tertutup
c. menahan informasi
d. non kooperatif
e. performa turun.

Kebalikannya akan tercipta rasa :
a. saling percaya
b. mendukung
c. koperatif
d. terbuka
e. performa terbaik

apalagi prasangka negatif, sangat – sangat diharamkan. Ibarat memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Dalam QS.49/12:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Prasangka, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sangat merugikan diri sendiri. Dapat menimbulkan perpecahan, memutuskan tali persaudaraan, dan peperangan yang bisa berakibat fatal, yaitu saling membunuh. Dan inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh iblis, dajjal. Dan ketika di hari kiamat, mereka berlepas diri dari apa yang kita lakukan.

QS.14/22
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Inilah penyakit hati pertama yang harus di jauhi oleh kita semua.

ESQ DAN KONSEP BERNEGARA

I. ESQ dan konsep bernegara



Latar Belakang

Zionis benar – benar telah merusak tatanan dunia dengan “new world ordernya”. Yang lebih jahat lagi, kita semua tidak merasa dijahati dengan apa yang mereka telah tanamkan dalam jiwa dan pikiran kita. Prinsip sekulerisme, memisahkan antara kehidupan dunia dengan akhirat sukses mereka praktekkan. Bahkan rukun iman dan rukun Islam hanya dijadikan oleh umat Islam sebagai hapalan saja. Tanpa dimaknai dalam wujud keseharian, bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Padahal sendi – sendi tersebut itulah yang telah menghantarkan umat Islam menguasai kebangkitan Islam – I.

Salah satu caranya adalah dengan memisahksan antara IQ, EQ dan SQ, yang sebenarnya adalah kamuflase yang mereka buat untuk mengelabui, membodohi kita semua umat manusia pada umumnya.

Maka, kita kita harus benar – benar memahami apa itu yang mereka kotak – kotakkan mengenai IQ, EQ, dan SQ dan lawan dari itu semua yaitu sistem terpadu ESQ dalam sebuah konsep bernegara. Berikut ini adalah uraiannya.

IQ (intelegentia Quotion)

► Kecerdasan intelektual
► Anugerah yang diberikan Allah terhadap manusia.
► Kemampuan verbal (berbahasa), visual (gambar & imajinasi), kecepatan berhitung dsb.
► Awal abad ke-20 pernah diklaim sebagai faktor penentu kesuksesan manusia.

SUKSESKAH? jawabannya TIDAK!!!

BUKTINYA??
DI INDONESIA
metode pendidikan di Indonesia yang hanya menekankan arti penting nilai akademik, kecerdasan Intelektual atau IQ saja. SBY, memberikan selamat kepada siswa yang lulus UAN dengan nilai tertinggi by phone. Padahal, pernah diadakan penelitian bahwasanya IQ tinggi tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan hidup seseorang.. ini merupakan bukti bahwa zionis telah berhasil. Karena orang sekelas SBY pun nggak paham bahwa dia dibodohi.
Sehingga yang timbul adalah krisis ekonomi yang berkepanjangan yang ditandai dengan krisis moral atau buta hati yang terjadi di mana – mana baik dari rakyat jelata sampai dengan penguasa.
Salah satu Buktinya, aliran dana bank Century sebesar 6,7 trilyun rupiah yang raib entah kemana dan korban sodomi dan mutilasi anak anak jalanan oleh babe atau baekuni. Belum lagi aksi bunuh diri yang marak akhir – akhir ini.



EQ (Emotional Quotion)

► Kecerdasan emosi

kemampuan mendengarkan dan kemampuan berkomunikasi dengan lisan, adaptasi, kreatifitas, ketahanan mental menghadapi kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim, dan keinginan untuk memberi kontribusi untuk sebuah sistem.

Kunci kecerdasan emosi adalah kejujuran pada suara hati

Stephen covey dalam bukunya The seven habits of highly effective people mengatakan bahwa suara hati yang jujur akan memberikan rasa aman, pedoman, daya dan kebijaksanaan. Atau dengan kata lain adalah menggunakan suara hati sebagai kompasnya

SUKSESKAH?
IYA!!
BUKTINYA ?
► Salah satu contoh adalah vokalis THE BEATLES, Jhon Lennon.
► 7 jam sehari manggung di kafe,pub kecil di hamburg,liverpool dsb. Selama 11 tahun.
► 10.000 jam terbang
► Sukses, album-albumnya jadi hits di seluruh dunia.
► Merupakan salah satu program yahudi untuk menghipnotis dan menguasai dunia lewat musik, ketenaran dan gaya hidup
► TAPI HATINYA HAMPA.
► Ini adalah program zionis, menciptakan manusia – manusia berpola pikir duniawi.

TEKS LAGU IMAGINE CIPTAAN JHON LENNON

IMAGINE THERE’S NO HEAVEN IT’S EASY IF YOU TRY
NO HELL BELOW US, ABOVE US ONLY SKY
IMAGINE ALL THE PEOPLE LIVING FOR TODAY
IMAGINE THERE’S NO COUNTRIES, IT ISN’’T HARD TO DO
NOTHING TO KILL OR DYING FOR AND NO RELIGION TOO
IMAGINE ALL THE PEOPLE LIVING LIVE IN PEACE
YOU MAY SAY I’M A DREAMER, BUT I’M NOT THE ONLY ONE
I HOPE SOMEDAY YOU’LL JOINT US
AND THE WORLD WILL LIVE AS ONE

► TEWAS DIBUNUH OLEH ZIONIS KARENA MENGKAMPANYEKAN …….
► LIVING LIVE IN PEACE
► MENJALANI KEHIDUPAN DALAM KEDAMAIAN (ISLAM)
► TRAGIS….!!!!!
► TIDAK SUKSES


SQ (SPIRITUAL QUOTION)

► KECERDASAN SPIRITUAL
► hanya mengutamakan hubungan antara mahluk dan Tuhan tanpa dibarengi dengan IQ dan EQ.
► sejarah mencatat adanya kekuasaan yang mendukung aliran spiritual sehingga menghalangi realitas ilmu.

SUKSESKAH??
TIDAK!!

► sejarah mencatat adanya kekuasaan yang mendukung aliran spiritual (agama yang diciptakan oleh penguasa u/ menjaga kelanggengan kekuasaannya) sehingga menghalangi realitas ilmu.
► Dark ages (abad kegelapan) yang pernah terjadi di eropa. Mereka memiliki paham geosentris(sebelum kedatangan Islam). Bahwa bumi adalah pusat tata surya. Matahari dan bulan mengitari bumi.dan bumi berbentuk seperti meja, datar. Sehingga jika kita berlayar maka akan sampai ke ujung dunia. Dan kapal yang kita tumpangi akan jatuh ke jurang dan kita akan mati.
► Karena kedatangan Islam, Eropa megalami masa Renaissance (pencerahan). Ahli astronomi Islam mengemukakan paham Heliosentris (belakangan di klaim bahwa paham tersebut dikemukakan oleh copernicus dan galileo galilei.. Bahwa bumi itu bulat. Matahari sebagai pusat tata surya. Bumi, mengeliling matahari dan bulan mengelilingi bumi.
► Karena copernicus dan galileo galilei dapat membahayakan kedudukan penguasa dan gereja, maka mereka pun disingkirkan.

KESUKSESAN ITU DALAM PENILAIAN ALLAH SWT SEBAGAI SUTRADARA ALAM SEMESTA.
► Firman Allah dalam QS. Al-baqarah 2/216 :
Sukses menurut Allah
► Sukses di dunia dan akhirat
► Siapakah “aktor terbaik” yang sukses kedua-duanya?
► RASULULLAH SAW
DENGAN KONSEP APA ?
► MADINAH,
► RUBUBIYAH,MULKIYAH,ULUHIYAH
► Seimbangnya kehidupan spiritual (akhirat ) dan bermasyarakat(dunia).
► ITULAH YANG DINAMAKAN ESQ…
► EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTION
► KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL
Firman Allah dalam QS. Al-Qashash 28/77 :
.
Rasulullah SAW bersabda :
Bukanlah sebaik – baik kamu orang yang bekerja untuk dunianya saja tanpa akhiratnya dan tidak pula orang – orang yang bekerja untuk akhiratnya saja dan meninggalkan dunianya. Dan sesungguhnya sebaik – baiknya kamu adalah orang yang bekerja untuk akhirat dan untuk dunia.

Selama 7 abad Islam berkuasa menyinari peradaban dunia karena pada dasarnya Allah telah merancang Al – Qur’an sedemikian rupa sehingga seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Rukun iman dan Rukun islam yang ditanamkan oleh Rasulullah sebagai kepala Negara, telah berhasil diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan mencetak manusia – manusia paripurna.

Belakangan ini, umat islam perlahan – lahan mulai menemukan jati dirinya yang hilang. Teori ESQ ditemukan. ESQ (Emotional Spiritual Qution = kecerdasan emosi dan spiritual) sebagai teori mulai marak diperbincangkan, diadakan pelatihan – pelatihan dan seminar – seminar di perusahaan – perusahaan baik negeri maupun swasta. Namun itu semua masih belum menyentuh aspek yang sesungguhnya. Karena seperti biasanya semangat akan muncul saat diadakan seminar dan pelatihan (seperti yang dilakukan baru – baru ini oleh anggota DPR ), namun akan hilang begitu saja saat kembali pada kehidupan nyata. Sehingga jauh dan belum memberikan warna dalam sebuah peri kehidupan bernegara.

Pertanyaanya, jika ESQ adalah konsep yang telah dijalankan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu dalam bentuk Negara Madinah, kenapa di NKRI tidak bias dilaksanakan? Apakah NKRI ini bukan negara madani seperti yang dicontokan rasulullah? Saya yakin, anda lebih paham jawabnya.

Jumat, 25 Maret 2011

LIFE IS BEAUTIFUL

LIFE IS BEAUTIFUL



Ini adalah sebuah kisah fiksi dalam melodrama layar lebar yang berkisah dari latar belakang perang dunia kedua. Roberto Benigni pemeran ayah dari seorang anak kecil yang berusia tujuh tahun. Istrinya diperankan oleh Nicoletta Braschi, dipisahkan Nazi dari suaminya. Benigni dan anaknya menjadi tawanan tentara Nazi Jerman di kamp konsentrasi di Auschwitz. Mereka sudah tidak lagi memiliki kebebasan, hidup di dalam lingkaran kawat berduri dan di jaga ketat pasukan Nazi yang bersenjata lengkap, serta anjing pemburu yang ganas. Namun Benigni “mengkondisikan” anaknya bahwa mereka sedang bermain perang-perangan, sehingga anak termotivasi untuk menang.
Pada suatu malam yang sangat dingin, di mana pakaian tidak memadai, serta kekurangan makanan, anaknya mulai merasakan penderitaan dan kebosanan yang amat sangat. Sang anak ingin menghentikan permainan tersebut dan berkata :”Saya tidak mau melanjutkan permainan ini.” Benigni merasakan penderitaan sang anak. Lalu dengan wajah sedih dan memelas, Benigni berkata kapada sang anak:”Baiklah kita menyerah kalah, mari kita hentikan permainan ini,” sambil membereskan pakaian dan perlengkapan yang dimilikinya, yaitu: selimut kumal, baju kotor dan sepatu bututnya. Kemudian Benigni berjalan gontai menuju pintu kamar sambil berkata lirih kepada anaknya:”Kita kalah, hadiah tank akan diambil oleh orang lain.” Sang anak menatap kepada ayahnya dan tiba-tiba berseru:”Tidak ayah, saya ingin memenangkan permainan ini dan mendapatkan hadiah sebuah tank!”
Pada suatu saat sang anak bertanya kepada ayahnya setelah mendengar berita dari temannya, Gianluca dan Bartolomeo, bahwa penghuni di kamp konsentrasi ini akan dibakar hidup-hidup di dalam oven dan kemudian dijadikan bahan pembuat kancing baju dan sabun. Benigni tercenung lalu menjawab dengan jenaka:”Masa sih temanmu si Gianluca dan Bartolomeo akan dijadikan bahan kancing dan sabun? Kalau begitu mari kita cuci tangan dengan sabun yang terbuat dari Gianluca.” Kemudian Benigni mencopot salah satu kancing bajunya dan menjatuhkannya ke lantai yang dingin dan kotor seraya berkata:”Lihat!si Bartolomeo jatuh.” Sang anakpun tertawa.
Suatu hari pasukan Jerman melakukan pembunuhan massal di kamp konsentrasi tersebut, setelah mengetahui bahwa pasukan sekutu akan menguasai kota Auschwitz. Benigni harus menyelamatkan anak dan istrinya. Maka mereka berdua lari dari kamar dan mencari tempat persembunyian. Benigni menyembunyikan sang anak dalam kotak kecil, lalu berkata:”Nak, hari ini adalah puncak permainan. Kita harus menang. Kamu harus bersembunyi dalam kotak ini dan jangan sampai terlihat oleh siapapun karena semua orang akan mencarimu, kamu harus mendapatkan tank.” Setelah memasukkan sang anak ke dalam kotak, Benigni mencari istrinya untuk menyelamatkannya.
Sementara itu proses pembantaian sedang berlangsung dengan keji. Pembunuhan dilakukan dengan cara memasukkan para tawanan ke kamar gas dan kemudian membakar mayatnya. Abu mayat beterbangan di atas kota Auschwitz.
Namun malang bagi Benigni, dia tertangkap oleh tentara Nazi. Dan ketika berjalan dengan kotak di mana sang anak bersembunyi, dengan moncong senapan yang mengarah di belakang kepalanya, ia tersadar bahwa sang anak pasti melihatnya. Ia langsung berjalan tegap layaknya seorang tentara berparade sambil memberi hormat. Sang anak yang dapat melihat ayahnya dari lubang persembunyiannya merasa senang dan tetap bersembunyi sesuai pesan ayahnya.
Dua menit berselang terdengar tembakan menyalak dari balik tembok. Benigni tewas. Namun sang anak belum sadar karena masih tetap bersembunyi. Tiga jam kemudian terdengar suara menderu-deru. Sebuah tank Amerika lewat di depan persembunyian sang anak. Sang anak langsung meloncat keluar sambil menatap tank Amerika itu lalu berteriak :”Inilah hadiahku, aku menang ayah....!” Tank tersebut berhenti, seorang tentara Amerika mengangkat anak tersebut dan mengikutsertakannya masuk ke dalam tank. Sang anak memenangkan permainan ini.
(disadur dari buku ESQ karangan Ary Ginanjar Agustian)


Ini adalah sebuah kisah dari sebuah film peraih piala oscar yang berjudul “Life is Beautiful”. Belajar dari film tersebut, ada dua karakter yang bisa kita ambil pelajaran. Yang pertama, karakter Benigni. Sang ayah bagaikan seorang mentor yang mampu mengatasi ketakutan dirinya. Melawan ketakutan tersebut dengan tetap terlihat tenang. Ia menciptakan suasana yang menakutkan tersebut dengan menggantinya seakan sebuah permainan. Dan kata kuncinya adalah MENANG. Dengan kata kunci menang tersebut, ia berhasil menanamkan sang anak, jiwa pemenang.
Apalagi yang bisa kita pelajari dari Benigni? Saat ia tertangkap, dengan tetap memegang prinsip, saat lewat di depan persembunyian anaknya, ia tetap berjalan tegap. Meskipun ia tahu bahwa dirinya akan mati. Dan pengorbanan Benigni tidaklah sia-sia, meskipun ia tewas tertembak, tapi anaknya tetap selamat.
Yang kedua adalah karakter sang anak. Kepatuhannya kepada perintah sang ayah membawanya kepada keselamatan. Kata pemenang yang ditanamkan ayahnya berhasil diwujudnyatakan dan menjadi gerakan untuk memenangkan permainan. Meskipun hanya sebuah gerakan bersembunyi. Kepatuhan dan jiwa pemenang dijadikannya prinsip yang dipegang teguh oleh sang anak sampai akhir.
Sebagai seorang muslim, prinsip apakah yang harus dipegang teguh sampai akhir hayat kita? Dalam QS 3/102 Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Sebuah prinsip untuk tetap beraqidah, berikatan kepada Rububiyah, Mulkiyah Dan Uluhiyah yang satu, yaitu kepada Allah semata. Karena kta takwa berasal dari kata “Quu” yang berarti jaga/menjaga, berarti dalam ayat tersebut di atas menginginkan kita untuk benar-benar menjaga kepatuhan (ketaatan). Bagaimana bentuknya? Tentunya kita semua sudah paham, yakni dengan menjalankan seluruh perintah Allah (Totalitas/Kaffah).
Dan seperti juga kita ketahui, orang-orang yang beriman pasti diuji, dengan segala macam bentuk ujian. Kadang kita bertanya-tanya, "kenapa harus saya?" Kebanyakan juga yang kita temukan adalah ketakutan-ketakutan. Takut miskin, takut susah, takut tidak dapat jodoh, dst. Sebagaimana yang dicontohkan dalam kisah di atas. Sampai-sampai kita berputus asa. Ini juga sudah Allah sinyalir dalam QS.2/214 :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Insya Allah jika kita yakin akan pertolongan Allah yang amat dekat dengan tetap memegang prinsip yang sudah ditanamkan dan memenangkannya sampai akhir hayat kita, pintu-pintu kemudahan akan dibukakan oleh Allah dan kemenanganpun akan semakin dekat. Semoga Allah kelak memberikan surganya untuk kita semua. Amin.

Minggu, 20 Maret 2011

KETEGUHAN PRINSIP

KETEGUHAN PRINSIP




Seorang pemuda berkulit hitam legam, dengan badan yang bertubuh kekar, terlihat lemah tak berdaya. Di tengah padang pasir pada siang hari itu yang panasnya begitu menyengat, tubuhnya terlentang sementara batu besar menghimpit di atasnya. Di sekelilingnya terlihat orang-orang yang menghukumnya termasuk majikannya ingin ia melepaskan aqidah serta keyakinannya akan apa yang dibawa oleh Muhammad. Tapi apa yang terjadi sungguh mengherankan. Bilal bin Rabbah tetap kokoh akan prinsipnya, dengan tetap mengatakan "ahad, ahad, ahad!"
Dan saat itulah pertolongan Allah datang. Abu Bakar yang terkenal dermawan, demi mengetahui sahabatnya sedang dihukum oleh majikannya yang jahil itu, datang untuk memberi uang untuk memerdekakan Bilal.
Sungguh cerita yang begitu mengesankan. Sering saya bertanya, mengapa Allah selalu menguji dengan apa yang paling kita cintai.bagi orang tua, diujinya ia dengan istri dan anaknya. Bagi yang cinta terhadap hartanya, diuji dengan harta bendanya, dsb. Coba kita tanyakan pada diri kita, ujian apa yang sekarang ini kita hadapi? Apakah hubungannya dengan pekerjaan kita? Misalnya, bos kita yang senangnya marah-marah dan maunya beres? Bukankah itu juga sebuah ujian? Atau istri di rumah yang menuntut uang belanja lebih. Karena segala macam harga bahan pokok sekarang naik.
Pertanyaannya, kenapa setiap manusia dikasih ujian dan masalah? Untuk lebih memudahkan jawabannya, coba kita ingat saat kita sekolah. Ujian diadakan sebagai alat atau sarana untuk mengukur kemampuan kita. Layakkah kita untuk naik kelas, atau sebaliknya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat naik kelas? Pelajari pelajaran dengan sebaik-baiknya. Tidaklah mungkin guru memberikan soal yang belum pernah dipelajari. Misalnya, soal kelas 6 SD diberikan untuk murid kelas 3 SD.
Dari sini kita akhirnya dapat menyimpulkan, bahwasanya Allah hendak menaikkan derajat (kelas) kita. Dan derajat yang tertinggi adalah Muttaqin (orang yang bertakwa). Bagaimana caranya untuk menjadi orang yang bertakwa? Pelajari pelajaran yang Allah berikan dengan baik (Al-Qur’an) dan kerjakan dengan sebaik-baiknya. Karena Allah tidak membebani seseorang dengan masalah melainkan orang itu sanggup mengerjakannya. Firman Allah dalam QS:2/286 :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.......

Dengan berpikir positif bahwa masalah atau ujian yang diberikan Allah semata-mata sebagai sarana menaikkan derajat (kelas) kita, itulah prinsip. Dengan begitu kita akan menerima datangnya ujian tersebut dan menyelesaikannya dengan baik. Yaitu dengan memakai pedoman (Al-Qur’an) dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah (Hadist). Seperti halnya Bilal yang saat dibawah tekanan sekalipun, tetap berpikir jernih dengan berprinsip kepada Allah. Lalu Allahpun menaikkan derajatnya. Dari seorang budak, menjadi mu’adzin, kemudian saat sesudah futuh, menjadi sekretaris Rasulullah (sekretaris negara), dan terakhir menjabat sebagai Gubernur India pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.
Dapatkah kita mencontoh apa yang dilakukan Bilal dengan tetap berpikir jernih meskipun dibawah tekanan? Ternyata berpikir positif itu indah. Dan berprinsip kepada Allah adalah yang terbaik.

Kamis, 17 Maret 2011

MIND CONTROL DAN EUFORIA MUSIK INDONESIA

MIND CONTROL DAN EUFORIA MUSIK INDONESIA



Mind Control atau kontrol pikiran adalah sebuah cara yang diterapkan oleh zionis untuk membuat manusia di luar dirinya bodoh. Karena media informasi saat ini dikuasai mereka, televisi, radio, surat kabar, internet, dsb, tentu saja hal ini akan mudah sekali mereka lakukan. Seperi menggiring anak ayam masuk ke jurang kebinasaan.
Lihat saja euforia musik Indonesia sebagai contoh. Masa MTV memang sudah lewat dan bisa dikatakan tidak berhasil di Indonesia. Ini disebabkan masyarakat Indonesia yang paa umumnya kurang memahami bahasa Inggris. Tapi begitu musik Indonesia merajalela menguasai industri musik tanah air, masyarakat seolah terbius oleh kehadiran idola-idola baru.
Musik memang bahasa yang universal yang mudah diterima oleh semua orang. Tidak bisa kita pungkiri kehadiran musik di dunia ini membuat keberadaan dunia lebih berwarna. Jika melihat dari satu sisi, perkembangan musik Indonesia sekarang ini memang sangat menggembirakan. Apresiasi masyarakat lewat RBT mungkin sebuah gambaran betapa mereka cinta akan musik Indonesia. Dan ini sungguh melegakan para insan seni karena tingkat pembajakan di Indonesia masih tinggi.
Hal tersebut disadari oleh zionis. Karena media hari ini dikuasai mereka, dibuatlah acara-acara musik di televisi dari pagi sampai malam. Dengan bertemakan cinta, kita seakan dibuat lupa akan kewajiban cinta kita yang sesungguhnya untuk mangabdi kepada sang Khaliq , Dzat yang menciptakan kita. Dengan menciptakan idola-idola baru, mengangkat mereka from nothing into something, diharapkan idola-idola tersebut akan didewakan, diikuti oleh fans dan penggemarnya. Termaasuk tabiat dan kelakuannya. Contoh saja Kangen Band, band idola remaja saat ini. Dengan terjeratnya mereka pada kasus narkoba, diharapkan para penggemarnyapun mencontoh apa yang mereka lakukan. Cinta, musik, idola diharapkan menjadi berhala yang disembah-sembah dan disanjung oleh umat manusia. Benarkah begitu?

Selasa, 15 Maret 2011

CERITAKU1;metromini sini dunk!!

METROMINI … SINI DUNK!!

”Rawamangun..mangun…!!”sayup-sayup terdengar kenek metromini berteriak sambil memukul-mukulkan uang logaman ke kaca sejenak membagunkanku. Sambil memicingkan mata aku melihat ke arah luar. Masih baru terminal ujarku. Tayangan Liga Champion semalam benar-benar membuatku ngantuk. Tapi memang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Lionel Messi memang tambah ciamik aja. Bola seakan-akan lengket kalau sudah didribble di kakinya.2-0 untuk Barca. Meskipun nggak nge-golin, assist-nya Messi ke Samuel Eto’o dua kali bikin Van Der Sar dan barisan belakang MU kocar-kacir dan pastinya…angkat koper.Tidur lagi ahhh….
Ditemani suara penyiar O Radio yang cuap-cuap sambil ngebahas harga BBM yang bakal turun karena harga minyak dunia yang juga udah turun… Makasih ya kak, sorry nich!hp-nya aku bawa dulu. Kan enak naik bus sambil dengerin radio pakai head set.
Kenalin, namaku Edo…bukan Conan Edogawa tokoh detektif di buku komik jepang, juga bukan Edo Kondolongit penyanyi pria asal papua yang suaranya melengking. Tapi Muhammad Edo Al-faris..siswa sebuah SMK negeri di jalan Damai, Jakarta Pusat. Aku mengambil jurusan elektronika karena sedari kecil senang memperbaiki barang-barang elektronik di rumah. Dan sekarang kelas dua. Kalau buat ukuran cerdas, nggak terlalu malu-maluin, termasuk lima besar di kelas. Seperti sebagian besar umumnya anak-anak remaja sebesar aku, aku juga sedang mencari jati diri.
Perawakanku termasuk standar, tinggi 170cm, berat 58 kg. Kulit sawo matang, rambut lurus belah pingggir dan hobi dah jelas…bola. Mendambakan wanita….(kenapa jadi kaya biro jodoh sih…heheehe). Kalau buat urusan yang satu itu, ntar dulu deh. Soalnya bagiku pacaran itu ribet. Kemana-mana harus nganterin, belum lagi telpon kudu sehari tiga kali kaya minum obat. Ada sih…anaknya pak RT, namanya Dewi. Aku sering CCP tuh(curi-curi pandang) sama dia. Maklum…cowok terganteng se-RT, jadi beraninya cuma tingkatan RT doang. Hehehe.. tapi biar begini juga Adly Fairus lewaaa..tt. Beneran lo, banyak yang bilang mirip Adly Fairus.
Kegiatan sehabis pulang sekolah biasanya membantu bapak di tokonya. Yup..!! bokapku pedagang dan buka toko kelontong di pasar. Biasa dipanggil pak Ahmad..Ahmad Sholihin tepatnya. Bapakku orang yang tegas, humoris, sangat bertanggungjawab dengan keluarga. Dan pastinya juga orang yang sholeh seperti namanya. Aku belajar banyak dari beliau. Satu kata-katanya yang paling ku ingat…apapun yang terjadi pada kita baik itu senang, susah, sedih, gembira semata-mata ujian hidup. Jadi, jalani saja. Bapak juga mengatakan, sebisa mungkin anak laki-laki itu sholat di masjid. Lihat sekarang…masjid-masjid sepi jamaahnya karena banyak orang yang sholat di rumah.
Ibuku siti Zulaikha, sangat penyabar sekali dan sholeh. Beliau sama sekali tidak pernah marah apalagi memukul anak-anaknya. Pernah aku bertanya sama ibuku kenapa dia nggak pernah sama sekali marah bahkan memukuli anak-anaknya. Ibu hanya menjawab dengan senyum sambil berkata….
”Suatu saat nanti kamu juga tahu….”
Karena tidak puas dengan jawaban ibu, lain waktu akupun bertanya pada bapak. Bapakpun menjelaskan bahwa itu memang sudah komitmen mereka sejak awal membentuk rumah tangga. Bukannya tidak perlu marah. Tapi marah yang berlebihan itu hanya membentuk anak bertambah nakal dan susah untuk diberi nasihat, kalau tidak dipukul dulu. Lebih dari itu, umpatan-umpatan yang keluar pada saat marah adalah do’a bagi si anak. Misalnya saja …anak nakal… berarti orang tua itu secara tidak langsung mendoakan anaknya nakal.
Selain itu aku juga senang musik dan punya grup band juga lo…namanya…… KEROK band. Aku vokalisnya, Bowo teman smpku dulu pada lead gitar, Ari pegang bass dan Bohlam pagang drum. Aku, Bowo dan Bohlam rumahnya berdekatan. Hanya Ari saja yang tinggalnya agak jauh di daerah pisangan. Walau begitu tiap sabtu malam ba’da magrib dia nggak pernah telat datang untuk kumpul bareng. Malahan dia yang pertama datang.
Pernah dia datang jam 2 siang..trus pas ditanya ngapain datang jam segini….? Dia cuma jawab
”Semalam habis free talkan sampai shubuh, jadi ngantuk berat nih. Dah gitu baru inget, kasur gue jemur…”
”Mimpi basah ya….samber aku.
”Gigi…sorry..kucing gue tuh ngebangunin gue pake kencing segala di kasur”jawabnya sambil ngeles trus langsung tidur aja tanpa rasa bersalah.
Kakakku, kak Isa. Lengkapnya Muhammad Isa Al-afghany. Dia dua tahun di atasku. Sekarang kuliah di UI, fakultas sastra semester tiga. Waktu pengumuman SPMB, dia senang banget bisa diterima dan bisa kuliah di UI. Trus pas aku tanya
”ngambil jurusan apa?”
”Sastra jawa…”jawabnya, lalu sebelum aku kembali bertanya segera ia jelaskan...
”dengerin dulu do…kamu jangan tertawa dulu..sekarang itu sastra jawa dah mulai punah. Siapa lagi yang mau melestarikan kalau bukan kita ini generasi muda”
Kalau dipikir sih ada benarnya. Selain aktif di Rohis kampusnya, dia juga aktif di kegiatan senat.
Dan si bungsu..Aisyah Ramadhani, biasa dipanggil Ais. Sekarang duduk di kelas 3 di sebuah SMP negeri tidak jauh dari rumahku. Cantik, cerdas, supel, dan kritis terhadap suatu permasalahan. Pernah suatu hari ketika mau masuk SMP, ia bertanya …
”Kenapa sih SMP ini Ais harus pakai jilbab…?”
Karena sedang makan bersama, kak Isa meminta izin kepada bapak terlebih dahulu untuk menjawabnya..
”Silahkan….kata ayah.
”Begini Ais yang imut…kakak mau bertanya terlebih dulu. Kalau menurut kamu minum itu kewajiban atau kebutuhan?”
”Mmm..kewajiban!” seru ais.
”Jadi kamu wajib minum tiap 5 menit?”lanjut kak Isa
”Kembung dong…haha..ha”, ia menertawakan jawabannya sendiri, sedang kami hanya tersenyum simpul.
”Untungnya Allah menjadikan minum sebagai suatu kebutuhan. Jadi saat kita haus, dan butuh minum..kita akan segera mencarinya. Jika kita sudah mendapatkannya, segelas air putihpun akan terasa nikmat sekali”.
”Hubungannya dengan jilbab apa?”tanya Ais sekali lagi
”Memakai jilbab adalah perintah Allah, dan sebagian kecil dari ibadah. Apapun bentuknya segala sesuatu yang diperintahkan Allah itu semata-mata bukan untuk Allah, karena Allah itu Maha Kaya.. tetapi untuk kemaslahatan dan kebaikan umat manusia. Cuma terkadang manusia menilainya sebagai suatu kewajiban tanpa mau mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik itu semua. Sehingga yang timbul adalah keterpaksaan, dan setelah menjalankannya nggak ada bekas apa-apa. Beda jika kamu merasa sebagai suatu kebutuhan, yang timbul adalah keikhlasan, jadi akan ringan…sekali. Jadi siapa yang butuh…”
”Ais, insya Allah aku gak keberatan karena ini semua demi kebaikan Ais”.
”Alhamdulillah…..” semuanya kompak berseru lantaran mensyukuri hidayah Allah yang datang untuk Ais. Diam-diam aku salut sama kakakku. Di umur semuda itu pemahaman agamnya sudah sedemikian hebatnya. Bagaimana ya, cara kedua orang tuaku mendidiknya.. aku benar-benar bangga menjadi bagian dari keluarga ini.

Tiba-tiba, sayup-sayup terdengar suara… makin lama semakin mengeras… ya suara seorang wanita yang sedang memukulkan tangannya. Sepertinya terbuat dari papan. Ya, benar dari papan. Perlahan-lahan kubuka mata yang lengket sekali seperti ada lemnya. Samar-samar terlihat seorang anak perempuan berjilbab putih, berseragam batik,wajahnya putih segar, seperti….
Mobilpun berhenti perlahan setelah berjalan sesaat. Entah mengapa waktu tiba-tiba bergerak sangat lambat. Sekilas aku melihatnya…dan detik demi detik bergeser, berlalu…dan akupun tanpa sengaja bergumam dalam hati
”Cantik juga….”
”Ya…tunggu-tunggu pir… orang hamil…..”, kenek metromini mengetuk-ngetukkan uang logaman ke pegangan tangan atas yang terbuat dari alumunium.
Gadis itupun menuruni anak tangga metromini dan keluar dari bus dengan kaki kiri. Sepertinya ia juga ketiduran sama seperti aku.
”Tarrik truss…..ayo, yang burung-burung siap-siap….”
Aku pun bersiap-siap. Karena satu halte lagi aku turun. Ketika hendak mematikan radio, tiba-tiba mengalun lagu terbaru JROCKS, I’m Falling in love. Ku dengarkan kata-katanya dengan seksama…

Kurasakan ku jatuh cinta
Saat pertama berjumpa..
Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku
………
Ntar dulu…sumpah deh, nih lagu kenapa ya….sepertinya persis dengan yang aku alami hari ini. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Tapi, perasaan tadi tuh cewek yang pakai jilbab nggak sedikitpun senyum. Pasti lagunya terlalu mendramatisir nih..
”Yang matraman..siap-siap…”, suara kenek mengingatkan penumpang yang hendak turun di matraman. Sementara itu suara khasnya Iman sang vokalis JROCKS terus saja mengalun melantunkan tembang anyar itu. Akupun berdiri bersiap-siap untuk turun. Tapi, setelah dipikir-pikir, lumayan juga sih tampang gadis berjilbab itu. Nggak malu-maluin kalau diajak pergi ke resepsi kawinan…(hehehe, ngarep banget sih…)
Mudah-mudahan aja suatu hari nanti bisa ketemu lagi, kan bisa kenalan, sekalian minta nomor hpnya. Apa mungkin dia mau kasih ya… biasanya kan kalau cewek cantik begitu nggak bakal sembarangan aja kasih nomor hp ke orang yang baru kenal. Sambil melangkahkan kaki kiri keluar dari metromini, entah kenapa perasaanku nggak enak.
Benar aja…akupun Istighfar, meskipun metromini itu sudah mulai jauh, dengan segenap tenaga aku berlari mengejar metromini itu. Dan, akhirnya dapat juga. Dengan napas yang masih terengah-engah aku mendekati kenek yang berdiri di pintu depan.
”Bang…maaf, tadi kembaliannya belum…”,ujarku sambil menyentuh bahunya dengan jari telunjukku dari belakang. Dengan santai ia memberikan beberapa lembaran uang ribuan sambil berkata….
”Maaf ya…gue lupa….”
”Nggak apa-apa bang, namanya juga lupa …khan nggak inget..”, balasku.
”Tapi lu hebat juga, besok-besok kalau gue lagi libur, lu mau khan gantiin?”
”Iye bang…catat aja nomer hp saya”.
”Tapi kayanya, lu lebih cocok jadi sprinter aja deh. Apa jangan-jangan kalo lagi tawuran lu larinya paling pertama lagi?”
”Ye…si abang, saya kan atlit catur. Bukan atlit lari cepat”
”Wah pantas aja…., kan kalo lagi dikejar kuda….?”
”Tau aja sih bang…..”, jawabku sambil nyengir kuda.
”Depan ya bang…”
Akupun turun dari metromini itu, berjalan menuju tangga penyebrangan. Sesampainya di seberang jalan, akupun menyetop mikrolet yang menuju ke arah Senen. Di depan jalan damai aku turun. Baru jalan beberapa langkah, tiba-tiba ada motor yang mengklaksonku.
”Do…bareng gak….” ternyata si Eko Budi, kawan sekelasku.
”Boleh deh…, tapi kenapa roman-romannya gak enak ya….”ujarku menyelidik
”Kaya gak tau aja do….gue mau pinjem PR sekalian nih…”
”Tuh kan…bener juga ada firasat gak enak…”
”Marcell kaleee firasat…dah buruan, percaya ga….gue nungguin lu dari shubuh nih…”
”Gak mau ah..percaya tuh sama Allah, kalo sama kamu mah musyrik…”
Dan benar aja, ternyata di kelas dah pada banyak yang nungguin kebetan. Aku juga bingung kenapa ada yang lebih pintar, tapi pada lebih seneng nyontek ke aku. Malahan ada yang bilang begini, kalo nyontek sama yang lain, jawabannya gak bisa dipertanggungjawabkan. Emangnya rapat paripurna MPR…
Jam pertama pun dilalui dengan sukses. Pak Harry, guru matematika yang super kejam, tersenyum bangga karena semua soal yang diberikan dijawab dengan benar di papan tulis.

Sementara itu di rumah, sehabis mandi, kak Isa kebingungan mencari-cari HPnya. Ibu yang lagi menyapu halaman depan ditanya. Atas anjuran ibu, iapun mencari-cari di atas kulkas. Tapi yang ia temukan hanya HPnya Edo, Nokia 3310 dengan casing pinknya yang ngejreng. Di bawahnya ada secarik kertas bertuliskan….

”….Kak Isa yang ganteng mirip Afghan, pinjem HPnya dulu yach…trims….”

Yang dipinjemin cuma nyengir doang. Tapi, memang nggak salah sih, buktinya teman-temannya Ais, sering banget datang ke rumah bahkan hampir tiap hari. Bahkan ada yang namanya..Miss Yagitushi…(sebenarnya namanya Lusi Febriani kata Ais. Tapi berhubung setiap ngomong selalu aja ngucapin Iya Gitu Siiich, jadi dipanggil Miss Yagitushi dech…), senang banget nginap di rumah. Ada aja alasannya. Belajar kelompok, bikin makalah, kliping, ngerjain tugas, dll. Padahal, hanya ingin lihat kak Isa aja. Yang lucunya lagi, tadinya tuh anak nggak pernah ke rumahnya Ais. Pertama kali dia lihat kak Isa, dia langsung ambil buku dari dalam tasnya, trus minta tanda tangan gitu. Dikiranya kak Isa tuh Afghan beneran. Setelah dijelasin sama Ais, Lusi jadi malu sendiri. Sejak itu dia jadi rajin main ke rumah.