ASSALAMUALAIKUM

SEMOGA TULISAN SAYA BERMANFAAT ...TRIMS

Minggu, 20 Maret 2011

KETEGUHAN PRINSIP

KETEGUHAN PRINSIP




Seorang pemuda berkulit hitam legam, dengan badan yang bertubuh kekar, terlihat lemah tak berdaya. Di tengah padang pasir pada siang hari itu yang panasnya begitu menyengat, tubuhnya terlentang sementara batu besar menghimpit di atasnya. Di sekelilingnya terlihat orang-orang yang menghukumnya termasuk majikannya ingin ia melepaskan aqidah serta keyakinannya akan apa yang dibawa oleh Muhammad. Tapi apa yang terjadi sungguh mengherankan. Bilal bin Rabbah tetap kokoh akan prinsipnya, dengan tetap mengatakan "ahad, ahad, ahad!"
Dan saat itulah pertolongan Allah datang. Abu Bakar yang terkenal dermawan, demi mengetahui sahabatnya sedang dihukum oleh majikannya yang jahil itu, datang untuk memberi uang untuk memerdekakan Bilal.
Sungguh cerita yang begitu mengesankan. Sering saya bertanya, mengapa Allah selalu menguji dengan apa yang paling kita cintai.bagi orang tua, diujinya ia dengan istri dan anaknya. Bagi yang cinta terhadap hartanya, diuji dengan harta bendanya, dsb. Coba kita tanyakan pada diri kita, ujian apa yang sekarang ini kita hadapi? Apakah hubungannya dengan pekerjaan kita? Misalnya, bos kita yang senangnya marah-marah dan maunya beres? Bukankah itu juga sebuah ujian? Atau istri di rumah yang menuntut uang belanja lebih. Karena segala macam harga bahan pokok sekarang naik.
Pertanyaannya, kenapa setiap manusia dikasih ujian dan masalah? Untuk lebih memudahkan jawabannya, coba kita ingat saat kita sekolah. Ujian diadakan sebagai alat atau sarana untuk mengukur kemampuan kita. Layakkah kita untuk naik kelas, atau sebaliknya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat naik kelas? Pelajari pelajaran dengan sebaik-baiknya. Tidaklah mungkin guru memberikan soal yang belum pernah dipelajari. Misalnya, soal kelas 6 SD diberikan untuk murid kelas 3 SD.
Dari sini kita akhirnya dapat menyimpulkan, bahwasanya Allah hendak menaikkan derajat (kelas) kita. Dan derajat yang tertinggi adalah Muttaqin (orang yang bertakwa). Bagaimana caranya untuk menjadi orang yang bertakwa? Pelajari pelajaran yang Allah berikan dengan baik (Al-Qur’an) dan kerjakan dengan sebaik-baiknya. Karena Allah tidak membebani seseorang dengan masalah melainkan orang itu sanggup mengerjakannya. Firman Allah dalam QS:2/286 :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.......

Dengan berpikir positif bahwa masalah atau ujian yang diberikan Allah semata-mata sebagai sarana menaikkan derajat (kelas) kita, itulah prinsip. Dengan begitu kita akan menerima datangnya ujian tersebut dan menyelesaikannya dengan baik. Yaitu dengan memakai pedoman (Al-Qur’an) dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah (Hadist). Seperti halnya Bilal yang saat dibawah tekanan sekalipun, tetap berpikir jernih dengan berprinsip kepada Allah. Lalu Allahpun menaikkan derajatnya. Dari seorang budak, menjadi mu’adzin, kemudian saat sesudah futuh, menjadi sekretaris Rasulullah (sekretaris negara), dan terakhir menjabat sebagai Gubernur India pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.
Dapatkah kita mencontoh apa yang dilakukan Bilal dengan tetap berpikir jernih meskipun dibawah tekanan? Ternyata berpikir positif itu indah. Dan berprinsip kepada Allah adalah yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar